Berjuang Untuk Masyarakat

Ketika Ito, adik saya, bilang mau maju pemilihan Kepala Desa, kami dari keluarga, khususnya saya, bertanya: “Ito serius?”

Bersama

Sebab kami paham, menjadi Kepala Desa artinya menjadi pelayan masyarakat. Bukan sekedar jabatan, tapi juga tanggungjawab. Dan untuk pelayanan dan tanggung jawab itu kadang harus mengorbankan kepentingan diri sendiri dan keluarga.

Leiden is Lijden. Memimpin adalah menderita. Siap berkorban dan memberikan pengabdian kepada orang orang yang dipimpin. Konsekwensinya tentu tidak sedikit.

“Ya, Ito serius” jawab adik saya ini dengan sungguh-sungguh. Artinya, dia siap dengan semua tanggung jawab itu.

Kami percaya kepada Ito. Saya mengenalnya sejak kecil dalam asuhan ayahanda tercinta, KH. Muhammad Abubakar. Sekolah sampai tuntas Aliyah di Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta, kemudian melanjutkan pendidikan S1 ke IAIN Sultan Amai, Gorontalo.

Ketika dia sudah menentukan pilihan, artinya dia akan menjalaninya dengan sungguh sungguh.

Ito

Secara kemampuan, kami tidak meragukan. Hamzatusysyahid. Pemilik nama itu sudah menjadi lambang keseriusan, kesungguhan, dan kreativitas sejak kecil.

Sejak dulu saya mengenalnya sebagai seorang yang ulet dan pekerja keras. Ketika dia sudah memilih sebuah tanggung jawab, dia tidak akan berhenti kecuali telah menuntaskan tanggungjawab itu.

Selain cerdas berfikir dan kaya gagasan , Ito juga memiliki kemampuan komunikasi yang bagus. Ia bisa menyampaikan ide dan pemikiranya dengan runtut dan baik. Dia mampu memandang jauh ke depan. Pergaulannya pun luas dan luwes.

Ia seorang yang penyayang yang tidak segan segan berkorban untuk orang yang ia sayangi. Dan dengan rasa kasih sayang itu ia bertekad mengayomi seluruh masyarakat.

Selamat berjuang, Ito!. Nikmati festival ide dalam pemilihan kepala desa ini gembira. Dan biarlah masyarakat yang memilih dengan sepenuh hati dan ketulusan.

Sukses selalu untuk Ito.

Leave A Reply

Navigate