Keluarga

Investasi Terindah

Pernah berfikir tentang masa depan? Yaitu masa depan yang panjang jauh setelah kita meninggalkan dunia. Apa yang sudah kita persiapkan untuk masa itu? Yaitu saat diri kita telah berkalang tanah, saat jasad terbujur kaku, lalu akhirnya yang tersisa hanyalah tulang belulang yang dimakan rayap. Saat itu, tidak ada lagi shalat. Tidak ada lagi puasa. Tidak ada tilawah Al Quran. Tidak ada kesempatan berbuat baik. Dan juga tidak ada lagi kesempatan mendapatkan pahala, kecuali kita telah berinvestasi sebelumnya. Pernahkah berfikir tentang investasi itu? Yaitu peluang kebaikan yang akan terus-menerus mengalir pahalanya kepada kita walaupun jasad kita telah tiada, dan yang tersisa tinggallah nama. Inilah investasi terindah. Dalam investasi ini, di dunia kita mulia dan bahagia, plus bonus abadi yang tidak ada habisnya. Harta, ilmu, dan anak. İtulah tiga investasi terbesar dalam hidup. Apa yang bisa lakukan dengan ketiga hal itu? Simak video berikut https://youtu.be/dF8HsSYllGI •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe…

Angkatan Muda Generasi Adab

Angkatan Muda Generasi Adab Menjadi orang tua anak anak yang shaleh dan berbakti, tentu adalah sebuah kebahagiaan yang terhingga. Anak-anak dengan adab yang luhur menjadi harta Karun dan peninggalan terbaik orang tua. Lelah mendidik tak akan lagi terasa, saat kita mendapati anak anak  itu tumbuh dengan akhlak yang mulia. Lalu apakah semua itu terjadi dengan instan begitu saja? Tentu tidak. Ada langkah langkah penting yang harus kita lakukan dengan serius dan sungguh . Apa saja langkah itu? Bertanyalah kepada kepada ahlinya bila engkau tidak mengetahui. Dan kini Prof. Dr. Abdullah Nashih Ulwan, melalui buku Tarbiyatul Aulad fil İslam memberikan kita nasehat tentang pola pendidikan terbaik itu.. Silahkan menyimak… 08 Ramadhan 1441 H

Menjadi Guru Keluarga

Menjadi Guru Keluarga Kebersamaan adalah sesuatu yang mahal. Dulu ditunggu-tunggu, kini kebersamaan itu hadir, dan setiap orang wajib ada di rumah. Di situlah kebingungan datang menghantui. Apa yang harus saya lakukan saat bersama anak anak sepanjang hari? Terlebih lagi di Bulan Ramadhan seperti ini. Kebersamaan di rumah  harus dimanfaatkan agar menjadi sesuatu yang sangat berharga… “Menjadi Guru Keluarga” itulah tugas orang tua yang paling utama. Tapi bagaimana caranya? Simak video berikut ini. https://youtu.be/Di2c4klQ368 Semoga ada manfaatnya.. ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 05 Ramadhan 1441 H

Mudik 2019

Dalam Liburan yang sebentar: Yang lama adalah kenangan Yang mahal adalah silaturrahim Yang bernilai adalah pengalaman Yang tak terhingga adalah bakti kepada kedua orang tua Mudik Jilid 1 30 Mei – 13 Juni 2019 Klaten – Surabaya : naik kereta api Kami tiba di Surabaya hari Jumat tanggal 31 Juli jam 03.30 dini hari. Mampir bermalam di De Boutique Hotel dekat Stasiun Gubeng. Setelah shalat Jumat kami ke rumah Ibu Seha Bahmid, tempat aba dan umi dulu tinggal waktu sekolah di Gorontalo. Malam itu kami bermalam di rumah beliau di wonokusumo Surabaya – Makassar : kapal laut Pagi hari tanggal 1 Juli kami berangkat ke Makassar dengan kapal Dharma Lautan Utama dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Tiba di Makassar sekitar jam 8 malam dan langsung booking hotel yang ada di dekat Bandara Hasanuddin km 21 dengan fasilitas Airy Roomnya. Malam itu juga saya booking tiket pesawat Garuda ke Gorontalo. Alhamdulillah…

Merawat Keharmonisan

Sudah lebih jam 12 malam, sudah masuk ke hari berikutnya, tapi mata saya masih tidak bisa terpejam. Cerita Ibu Aliya tentang masa kecil Anies Baswedan, dan cerita Ibu Fery Farhati tentang kebersamaan keluarga mereka selama 20 tahun, merenggut rasa ngantuk dari mata saya. Membuat saya berfikir, merenung, dan mencurahkan perasaan. Di balik kebesaran seseorang, selalu ada cerita-cerita sederhana tapi sangat berkesan di belakangnya. Dan selalu ada sosok-sosok yang mendukungnya. Sampai kini saya selalu kagum dengan pasangan-pasangan tua, yang mampu merawat kebersamaan mereka dalam waktu lama. Anak-anak saya masih kecil, masa pernikahan saya belum terlalu lama. Masih terhitung pengantin baru bila dibandingkan dengan Pak Anies Baswedan dan lainnya. Saya pun masih kadang terbawa egoisme pribadi dalam mengambil keputusan. Saya masih suka emosi dan marah-marah, sampai akhirnya istri mengingatkan saya apa yang saya lakukan bukan waktu yang tepat. Ketika anak-anak istri bangun dan aktif, saya merasa terlalu bising untuk menulis dan membaca.…

Menyambung Harapan

Saya suka merenung dan mengingat-ngingat: apa yang menjadi harapan aba kepada kami? apa estafet perjuangan aba yang aba wariskan untuk kami lanjutkan? Agar tali cita dan harapan itu terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya. Terutama apa yang pernah aba sampaikan kepada saya secara pribadi. Sebab anak adalah penyambung cita-cita dan harapan orang tua. Apa yang menjadi harapan orang tua yang belum sempat diwujudkan oleh orang tua di masa hidupnya, sang anak bisa mewujudkannya sebagai bentuk bakti kepada orang tuanya. Ke Mesir Salah satu yang saya ingat betul adalah kisah aba yang sempat mendapatkan tawaran untuk sekolah di Mesir. Prestasi aba yang menonjol saat di aliyah dulu membuka kesempatan yang lebar untuk kuliah dan berguru kepada para masyayikh dan ulama yang ada di Mesir. Tetapi akhirnya kandas karena faktor ekonomi. Aba tidak punya modal sama sekali sebagai persiapan awal untuk berangkat. Cita-cita itu ternyata tidak luntur oleh waktu. Sejak…

Angkatan Muda Generasi Adab

“Sesungguhnya Aku hanya Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak Yang Mulia” Dari awal Rasulullah sudah menegaskan tentang target dalam misi kerasulan yang dibawa oleh beliau, yaitu menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia. Berawal dari iqra, berjuang meninggikan kalimat tauhid, lalu berakhir dengan keindahan akhlak dan peradaban yang tinggi, begitulah Rasulullah menjalankan misinya. Rasulullah memang sangat menakjubkan. Generasi yang hidup bersama beliau, dari bayi sampai orang tua, menjadi orang-orang yang hebat dan berpengaruh dalam peradaban umat manusia. Melihat keadaan adab dan remaja kita pada saat ini, sudah seharusnya kita kembali meneliti langkah dan strategi yang dilakukan oleh Rasulullah dalam memperbaiki kondisi masyarakatnya. Dengan bimbingan wahyu, Rasulullah telah melakukan langkah-langkah yang manusiawi dan rasional. Bahkan dalam pendekatan pendidikan modern, apa yang dulu telah dilakukan oleh Rasululullah terbukti menjadi sebuah terobosan yang hebat dalam pendikan. Banyak ulama yang meneliti strategi yang dilakukan oleh Rasulullah dalam memperbaiki kondisi masyarakat jahiliyah dan menjadikan mereka masyarakat yang beradab. Salah satunya…

Berbakti Kepada Anak

Selalu saya ingatkan kepada diri sendiri dan istri, bahwa anak anak ini tidak selamanya kecil. Segala pola tingkah lalu mereka yang tidak pernah diam, membuat rumah selalu seperti kapal pecah, dengan aktifitas yang tidak pernah kenal lelah, tidak akan lama. Hadapi dan nikmatilah dengan penuh kesyukuran. Kelak mereka akan besar, punya kehidupan masing masing. Akan tiba saatnya, mereka lebih menikmati beraktivitas sendiri dan dengan teman temannya, lebih dari orangtuanya sendiri. Jangan pernah berharap ada kedekatan dengan anak di masa mendatang, bila orangtua tidak berusaha membangun kedekatan itu sejak saat ini. Dan jangan pernah berharap anakmu berbakti kepadamu di usia tuamu, saat engkau tidak berbakti mengusirnya. Engkau pasti akan terusir, sebagaimana Umar bin Khathab mengusir seorang tua yang menuntut bakti, padahal sebelumnya dia tidak pernah berbakti kepada anaknya.

Keluarga Full Barokah

Ada yang punya satu anak, tapi rasanya seperti mengurus sepuluh orang. Repot luar biasa. Sementara ada yang punya 10 anak, tapi dia merasa tidak kesulitan dalam mengurusnya. Semuanya damai, teratur, dan mudah dikondisikan. Ada yang punya gaji dan penghasilan yang banyak, tapi habis begitu saja dan selalu saja terasa kurang. Sementara ada yang penghasilannya sedikit, tapi bisa memenuhi semua keperluannya dan keluarga. Sama-sama punya waktu 24 jam. Yang satu bisa sangat efektif dan full manfaat, sementara yang satu lagi tidak menghasilkan apa-apa dan hanya menambah sengsara dalam hidupnya. Sama-sama punya ilmu dan kedudukan. Yang satu bisa memberikan banyak manfaat bagi orang banyak, yang satu nyaris tidak bisa berbuat apa apa bahkan hanya mendatangkan mudharat. Semua hal ini memberikan isyarat bahwa masalahnya bukan pada anak, gaji, waktu, ilmu, atau pun kedudukan. Masalahnya terletak pada hilangnya keberkahan. Sebagai kepala keluarga, menghadirkan keberkahan adalah sesuatu yang sangat penting. Dengan hadirnya keberkahan, seberapapun harta…

Navigate