Pendidikan

Menuju Indonesia Maju Dengan Penghafal Al Quran

Adanya pemberitaan-pemberitaan dari media cetak, televisi, dan radio tentang anak-anak muda yang sudah terkena dampak negatif dari modernitas; kecanduan game online, pornografi dan pornoaksi, ditambah siaran-siaran yang kuerang mendidik di tv, membuat ada sedikit prihatin dan khawatir tentang dampak buruk bagi masa depan bangsa masyarakat di Indonesia Di sinilah pentingnya usaha mendidik anak-anak sejak dini untuk memahami nilai-nilai agama seperti memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran. Agar bangsa ini dapat terus dijaga dari pengaruh buruk yang terus membayangi. Kebijakan menggratiskan biaya kuliah hafiz Alquran memastikan pihak kampus yang bersangkutan memiliki mahasiswa berkualitas tinggi. Sebab, para hafiz merupakan insan Muslim yang mencintai ilmu, berdisiplin tinggi, sehingga akan mudah menyerap pelajaran di universitas. mempersiapkan genenasi masa depan yang matang tentu tidak dalam waktu yang singkat. Mengapa bisa demikian? Itu karena Al Quran adalah kitabullah yang penuh kemuliaan. Allah angkat derajat mereka-mereka yang memuliakannya, dan hinakan orang-orang yang merendahkannya. Orang-orang yang menempel dan…

Menjadi Pondok Yang Berani

Semua berawal dari kepedulian. Ingin agar pondok ini menjadi tempat perwujudan ajaran Islam tentang Kebersihan, Kerapian, dan Keindahan. Tentu tak mungkin kalau hanya upaya orang perorang. Harus ada komitmen dan langkah bersama. Maka hari ini kami berjanji untuk melangkah bersama mewujudkan pondok yang Berani (Bersih, Rapi, Asri, Nyaman, dan Indah). Kenapa Berani? Karena hanya dengan Keberanian maka kita dapat menjadi Berani, dengan 5R langkah konkrit: Ringkas, Resik, Rapi, Rajin, dan Rawat. Semua ini bisa terwujud bila ada kerjasama dan sinergi antara Santri, Asatidzah, dan Wali Santri. Kami sudah membentuk Tim Berani untuk mewujudkan niat mulia ini, di bawah bimbingan Pak Heru Mulyono, salah satu wali santri di Ibnu Abbas. Upacara Lounching Program Berani ini diadakan di PPTQ Ibnu Abbas Klaten, Kamis, 26 September 2019 pkl. 07.00 – 07.45 di Lapangan Barat Ibnu Abbas Belangwetan ini, menandai babak baru menuju pondok pesantren yang modern dengan pengelolaan kebersihan yang profesional dan lebih…

Cinta dan Variasi Ketaatan

Alhamdulillah. Syukur Kepada Allah. Kegiatan belajar khatam Murojaah bersama 30 Juz dalam sehari, akhirnya sukses juga. Ini Istimewa. Sebab jarang sekali kami melakukannya. Berbeda dengan para santri dan kiai dari pondok-pondok salaf. Setiap hari bisa khatam baca 30 juz. Dengan hafalan pula. Saya dan teman teman masih perlu banyak belajar dan berlatih untuk lebih dekat dengan Al Quran. Dan memang harus banyak waktu bersama Al Quran. Untuk tilawah, tadabbur, murojaah, tafsir, mestinya ada waktunya masing-masing. Sehingga tidak lagi membanding-bandingkan. Misalnya: Tilawah melihat mushaf lebih baik daripada hafalan. Atau membaca dengan hafalan lebih utama dari tilawah binnazhar. Atau tilawah dengan tadabbur lebih baik, walaupun waktunya lama. Daripada mengejar cepat khatam. Padahal saat khatam itu adalah waktu mustajab doa. Artinya kalau mau doa mustajab, sering-seringlah khatam. Dan seterusnya banyak perbedaan lainnya. Seakan waktu bersama Al Quran itu benar-benar terbatas. Sehingga kita harus memilih. Atau menganggap seseorang lebih baik amalannya dibanding yang lain, karena…

Sedia Bela Negara

Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya Bung Karno dan Bung Hatta mengumumkan kemerdekaan Republik Indonesia. 17 Agustus 1945 menjadi hari yang sangat bersejarah. Tapi ternyata itu bukan tanda akhir perjuangan. Belanda masih berat melepas daerah jajahannya yang sangat potensial ini. Belanda masih berat melepas daerah jajahannya yang sangat potensial ini. Belum satu pekan berlalu dari proklamasi kemerdekan, tanggal 23 Agustus 1945, pasukan Sekutu dan NICA (Netherland Indies Civil Administration) sudah mendarat di Sabang, Aceh. Selanjutnya, mereka tiba di Jakarta pada 15 September 1945. Selain membantu Sekutu untuk melucuti tentara Jepang yang tersisa, NICA di bawah pimpinan Jenderal Van Mook atas perintah Kerajaan Belanda membawa kepentingan lain. Van Mook bertugas menjalankan pidato Ratu Wilhelmina terkait staatkundige concept atau konsepsi kenegaraan di Indonesia. Lalu berakhir dengan Perjanjian Linggarjati tahun 1947 yang menyatakan bahwa Indonesia berada di bawah pemerintahan Ratu Wilhelmina. Republika Indonesia Serikat menjadi negara persemakmuran Belanda. Dan sebagai konsekwensinya, Belanda akan…

Aplikasi Tahfiz dan Murojaah

Aplikasi ini sangat membantu saya Murajaah. Bagi yang mau hafalan juga ada panduannya. Khusus yg mau Murajaah, kita dihadapkan pada satu halaman kosong. Setiap kali tilawah, di halaman itu langsung tertulis apa yg kita baca. Kalau salah, ada suara ketukan. Bacaannya harus kita perbaiki. Salah lagi, ada ketukan lagi. Masih salah, atau tidak mampu melanjutkan, ada suara Syekh Hudzaifi yang membantu meluruskan bacaan. Bacaan yg kurang jelas dianggap salah dan nanti ada ketukan peringatan. Sangat membantu untuk memperbaiki tajwid dan makharijul huruf. Kata yang salah itu diberi warna merah. Sehingga kita bisa evaluasi mana yg perlu dimurajaah lebih banyak lagi… Silahkan download aplikasi TASMEE di Android lalu dicoba keampuhannya. Kapasitas memori 271 MB. setelah di download mengoperasikannya tidak perlu internet Hp mu, in lam tusygilha bilhaqqi syaghalatka bil bathil. Kalau tidak engkau sibukkan dia dengan kebaikan, dia akan menyibukkanmu dengan keburukan Demikian dan Jazakumullahukhairan Umarulfaruq Abubakar ===================== Aplikasi Tasmi’ memungkinkan…

Kajian Hafal Al Quran Ust. Umar

Berikut ini beberapa kajian yang sempat terekam di Youtube dan Instragram. Semoga ada manfaatnya https://www.youtube.com/watch?v=jVLwgHe9Hps https://www.youtube.com/watch?v=XQIQkbKpr4g https://www.youtube.com/watch?v=mtrHiKnCOQU https://www.youtube.com/watch?v=mbKf1jHe-E8 https://www.youtube.com/watch?v=XosXrSG_3IM https://www.youtube.com/watch?v=MIky9Yja6AQ

Yang Berat Itu Cinta

Kalau anak anak sudah suka dan cinta, mereka akan sangat menikmati aktivitasnya. Setiap tantangan selalu dihadapi dengan senyum yang lebar, penuh semangat dan antusias. Baginya, tak ada lagi sekat ruang dan waktu. Sebaliknya, tanpa cinta, sekolah terasa berat, target target pelajaran menjadi momok yang menakutkan. Dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an, asal anak sudah menikmatinya dan terbentuk pola hidupnya, maka semua aktivitas produktif akan jalan berjalan dengan sendirinya. Itulah mengapa ada anak yang berhasil hafal Al-Qur’an, padahal bapak ibu atau guru gurunya tidak hafiz. Dan ada pula yang sebaliknya. Sebab pada yang pertama, ia fokus dan menikmatinya, sementara pada yang kedua mungkin belum hadir cinta di hatinya. Memarahi anak karena tidak hafal? Justru akan semakin menjauhkannya dari rasa menikmati proses belajarnya, selama belum tampak cinta dalam jiwanya . Sentuhan hati, dukungan yang kuat, dan pendampingan yang melekat, menjadi bagian penting dalam proses ini. Termasuk menghadirkan kondisi, kebiasaan, lingkungan, dan pola hidup…

Cerita Dari Balik Ruang Seminar

Pagi Senin (16/7/2019) tiba di Jakarta. Senin malam ini kami kembali pulang. Penuh bahagia. Sebab mendapatkan kesempatan berkenalan dan belajar lebih dekat dengan para guru. Ada guru besar dari Indonesia seperti Prof. Andi Faisal Bakti, Prof. Amani Lubis, dan Ibunda beliau, Prof. Nabila Lubis. Dari Turki ketemu dengan Prof.Alparslan Acikgenc, Prof. Ahmet Keyacik, Dr. Osman Yapar, dan Direktur Istanbul Foundation, Said Yuce. Antum bisa membayangkan, betapa ketar ketirnya hati saya saat harus berbicara dihadapan mereka. Plus hadirin dan hadirat mahasiswa dan para dosen yang hadir pada Seminar Internasional ini. Senin, 16 Juli 2019 Pkl. 09.00-16.00 di Ruang Diorama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tetapi saya memberanikan diri untuk berkata-kata, seperti seorang anak kecil yang baru belajar sekolah, lalu pulang bercerita dengan semangat tentang apa yang ia dengar dan lihat di sekolah kepada ayah ibunya. Lalu dari situlah si anak itu belajar. Bercerita pakai bahasa apa? Saya dan Syekh Mohammad Luthfil Anshori…

Para Penjaga Tapal Batas

Seratus sembilan puluh sembilan ayat Surah Ali Imran, yang memuat berbagai kisah; kisah keluarga Imran, Nabi Zakaria, Nabi Isa, Nabi Adam, Perang Badar, Perang Uhud, ahli kitab, dan lainnya, pada akhirnya bermuara kesimpulannya pada satu ayat: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ) “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung” (QS. Ali Imran: 200) Terangkum dalam empat perkara penting: Sabar, Menguatkan Kesabaran, Teguh Menjaga Tapal Batas, dan Taqwa. Setiap kita adalah penjaga tapal batas itu, dan Pondok Pesantren adalah benteng pertahanan ideologi paling kokoh yang menjaganya dari berbagai serangan. Sebab sepanjang sejarah, ideologi selalu dalam posisi pertempuran. Sebab antara yang haq dan batil tidak akan pernah bisa dikompromikan. Apa misi yang kita bawa? Menjaga dinullah dan mengibarkan panji islam dengan perkasa di bumi Allah ini. Dengan apa? Dengan pembelajaran berbasis…

Navigate