Sosial Budaya

Bahagia dan Membahagiakan

Entah berapa kali saya terhenti menulis, dan akhirnya tidak menulis sama sekali karena kalimat-kalimat ini: Kuno Tulisannya kok masih kayak gini. Masih seperti 5-10 tahun lalu. Tidak ada per kembangan. Modelnya kuno, gayanya klise. Isinya itu-itu saja. Mendingan tidak usah menulis. Tidak Layak Masa mahasiswa S3 tulisannya seperti ini? Kayak tulisan anak anak lebay SMA. Ustadz kok menulis seperti ini? Malu kalau dilihat santri. Tidak level! Jadi? Ya, tidak usah menulis saja. Tidak Laku Tulisan seperti ini siapa yang mau baca? Kalau pun ada, tidak akan sebanyak pembaca tulisan Ust Salim Fillah, Felix Siauw, atau penulis-penulis lain, yang sekali menulis langsung disambut ratusan ribu pembaca. Tulisan seperti ini tidak akan laku. Daripada capek-capek, mendingan tidak usah menulis. Tidak Ada Waktu Hanya ada setengah jam. Mendingan melakukan yang lain. Tidak usah menulis. Untung kalau selesai, paling-paling putus di tengah jalan dan ngeblank. Belum lagi mengedit dan memposting. Sudah banyak…

Tak Pernah Jadi Beban

Dari Az-Zubair bin Awwam bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Usaha seorang diantara kamu mengambil tali kemudian membawa kayu bakar di atas punggunya lalu ia menjualnya sehingga dengan hasil penjualan itu Allah mencukupinya, jauh lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang, bisa jadi mereka berikan bisa juga mereka tolak” (HR. Bukhari) Kemuliaan Bekerja Diriwayatkan bahwa seorang sahabat dari kaum Anshar pernah datang kepada Rasulullah Saw. meminta sesuatu. Rasulullah Saw. bertanya kepadanya “Adakah sesuatu di rumahmu?” “Ada wahai Rasulullah, yaitu sebuah selendang yang kami pakai sebagai tempat kami duduk dan sebuah bejana untuk minum” jawabnya. “Bawalah kepadaku kedua barang itu” perintah Rasulullah. Maka ia pun membawa kedua barang tersebut ke hadapan beliau. “Siapa diantara kalian yang mau membeli kedua barang barang ini?” tanya Rasulullah kepada para sahabatnya. “Aku membelinya dengan harga satu dirham” kata seorang sahabat. “Siapa yang mau menambah lagi?” tanya Rasulullah dua sampai tiga kali. “Aku membelinya dengan harga…

Aturan Tentang Orang-orang Kafir Dalam Piagam Madinah

Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam tiba di Madinah dan singgah di Bani An Najjar pada hari Jumat, tanggal 12 Rabiul Awal 1 H, bertepatan tanggal 27 September 622 M. Beliau berhenti di depan rumah Abu Ayyub, lalu berkata, “Di sinilah tempat singgah, Insya Allah.” Kemudian beliau menetap di rumah Abu Ayyub radhiallahu anhu. Corak Masyarakat Madinah Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri menyatakan bahwa masyarakat yang dihadapi oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam pada saat awal mula hijrah di Madinah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: para sahabat yang suci, mulia, dan baik; orang-orang musyrik yang tidak beriman sama sekali yang berasal dari berbagai kabilah di Madinah; dan orang-orang Yahudi. Keadaan seperti ini tidak pernah beliau hadapi ketika di Makkah. Kondisi antara kelompok yang satu dengan yang lain sangat berbeda. Imbasnya memunculkan permasalahan yang sangat rumit dan bermacam-macam. Kelompok sahabat terdiri dari dua macam; satu kelompok hidup di tanah kelahirannya, di rumahnya,…

Rekomendasi Multaqo Rabithah Quraniyah VII

Rabithah Al-Ma’ahid AlQur’aniyyah se Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta (Jatijaya) adalah organisasi yang berada dibawah Hai’ah Alamiyyah lil Kitab wa Sunnah yang berusaha membangun koordinasi dan komunikasi antara pondok-pondok pesantren Al Quran di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Dalam Multaqa ke VII ini, hadir Syekh Arafat Qasim Hasan Ghalib Al Majidi (Pakar Qiraat Sab’ah dan Manajemen Tahfiz dari Yaman), dan kurang lebih 150 peserta yang merupakan pimpinan dan koordinator tahfiz dari 60 pondok pesantren Al Quran yang tergabung dalam Rabithah. Acara Multaqo VII yang diadakan di Pondok Pesantren Tahfizul Quran Ibnu Abbas Klaten pada 23 Rabiul Akhir 1441 H/21 Desember 2019 ini, dimaksudkan untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi antar pondok pesantren Al Quran dalam menguatkan kualitas pendidikan Al Quran, sekaligus menyikapi situasi yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini. Kegiatan multaqa diawali dengan sambutan pembukaan dari dari Dr. Muinudinillah selaku tuan rumah, dilanjutkan dengan penyampaian dari Syekh…

Fraktur

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas struktur tulang. Sebuah istilah yang digunakan untuk patah tulang. Saya kenal istilah itu 1 bulan yang lalu. Saat mengalaminya sendiri. Tulang telunjuk kaki kiri saya patah setelah bertarung dalam latihan, Sabtu tanggal 9 November 2019. Memang dasar amatiran. Saya kehilangan keseimbangan. Kuda-kuda saya tidak pas saat menjejakkan kaki ke tanah. Awalnya saya mengira hanya bengkak biasa. Diolesin minyak tawon sembuh. Atau sedikit dipijit dan diurut. Ternyata lama-lama bengkak. Baru tau kondisi sebenarnya setelah dirontgen hari Kamis, tanggal 14 November 2019. Vonis dokter: saya harus digips, dan pakai krek selama 1,5 bulan. Adapun gips, saya pakai. Tapi krek, saya tidak gunakan kecuali hanya beberapa kali. Memang sangat merepotkan pakai gips itu. Apalagi kalau tidak tau apa fungsinya. Saya sempat terhalang melakukan banyak aktifitas, terutama yang tempatnya jauh Dengan kaki yang ditempeli gips itu seperti itu, saya tidak bisa bawa motor apalagi mobil. Proses Penyembuhan Baru tau fungsi…

Cinta dan Setia Agama

https://youtu.be/CYH-Uj6XgCA Imam Al Bukhari menyatakan, bahwa Al-Bara mengatakan: “Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah manusia paling tampan wajahnya dan paling indah rupanya.” Artinya Rasulullah SAW memiliki perangai memiliki postur tubuh yang jauh lebih baik dari manusia manapun, Sehingga tidak bisa disamakan antara kondisi manusia biasa dengan kondisi Rasulullah SAW, baik sejak masa kecilnya sampai beliau dewasa. Rasulullah SAW bahkan sampai dipuji oleh ALlah SWT, “dan sungguh engkau wahai Muhammad berada dalam akhlak yang sangat agung,” memiliki akhlak yang sangat mulia yang sangat tinggi lebih dari manusia-manusia lainnya. Inilah bagian dari keimanan dari kita kepada Allah SWT dan kepada Al-Qur’an yaitu dengan memuliakan apa yang dimulaikan Allah dan dengan merendahkan apa yang direndahkan Allah dalam Al-Qur’an. dan sama sekali ini tidak mengurangi sedikitpun dari rasa humanisme kita dari rasa nasionalisme kita, sebab ini bagian dari kesetiaan kita kepada agama kita. Jangah lupa subscribe, like, and share. #IbnuAbbasKlaten #Ibaska #Islami #Kajian #Muhasabah

Jenderal Soedirman; Inspirasi Anak Muda

Diantara dua masa lemah, Allah hadirkan satu masa kuat; dengan kemampuan dan kemungkinan tak terbatas. Unlimited. Itulah masa muda. Hanya anak muda yang mampu melakukan hal hal yang hebat dan luar biasa. Atau pun kalau ada seorang tua yang mencapai sebuah prestasi yang hebat, pasti dia sudah memulai melangkah sejak masih muda. Kalau dulu para sahabat berjuang bersama Rasulullah dengan sepenuh kekuaatan yang mereka miliki, maka kita juga melihat bahwa deretan pahlawan Indonesia terdiri dari pemuda-pemuda yang hebat dan perkasa. Salah satunya adalah Panglima Jenderal Sudirman yang gilang gemilang di usia muda. Selama ini saya berfikir, Jenderal Sudirman pasti sudah tua dan berumur saat menjadi panglima. Ternyata anggapan itu salah. Pak Dirman sudah diangkat menjadi panglima saat berusia 29 tahun, dengan tugas besar mengatur personel tentara dan laskar berjumlah ratusan ribu, menyiapkan struktur organisasi tentara modern, menyiapkan armada perang menghadapi Belanda dan Inggris, memimpin perang gerilya di hutan, gunung, sungai,…

Investasi Jangka Panjang

Kalau mau hitung-hitungan, ternyata masa kita berada d bawah tanah jauh lebih panjang daripada kehidupan kita di atas tanah. Rasulullah berada di alam dunia hanya 63 tahun. Sangat sedikit bila dibandingkan dengan masa hidup beliau di alam barzakh hingga saat yang mencapai 1429 tahun. Usia kita sebagai umat Nabi Muhammad hanya 60-70 tahun. Sangat singkat. Taruhlah usia seseorang panjang seperti usia Nabi Nuh yang mencapai 950 tahun. Tetap saja itu tidak sebanding usia beliau di alam barzakh yang hingga saat ini mencapai ribuan bahkan puluhan ribu tahun. Padahal, dalam perjalanan kehidupan kita yang panjang nan abadi, dari lima alam yang kita lalui, hanya di alam dunia inilah saat kita mengumpulkan bekal. Di alam arwah kita mengingat janji dengan Allah mengakui Dia sebagai rabb kita semua (QS. Al A’raf: 172). Di alam rahim kita menjalani rangkaian pembentukan diri sebagai manusia (QS. Al Mu’minun:14). Di alam dunia kita mendapatkan tugas untuk ruku’,…

Berbuat Baik Kepada Semua Manusia

Tuduhan bahwa Islam Identik dengan fundamentalisme, radikalisme, keterbelakangan, bahkan terorisme, sangat banyak jumlahnya. Seakan-akan, semakin kuat seseorang beragama, maka akan semakin fundamental, radikal, terkebalakang, dan berpotensi menjadi teroris. Salah satunya apa yang disampaikan oleh Paus Benediktus XVI pada Selasa, 12 September 2006, bertempat di University of Regensburg, Jerman. Di depan civitas akademika, Paus mengatakan, “Tunjukkan padaku apa yang baru dari Muhammad, dan yang kau temukan hanyalah hal yang berbau iblis dan tak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan agama dengan pedang” Setelah menuai protes keras dari berbagai belahan Dunia Islam, barulah pada Ahad, 17 September 2006, Paus menyatakan penyesalan yang diucapkannya di Istana Musim Panasnya, Castel Gandolfo. Pemimpin Yang Penyayang Perang dan penaklukkan selalu identik dengan pembunuhan dan pembantaian. Napoleon Bonaparte pernah mengeksekusi ribuan tahanan Muslim saat mengepung kota Jaffa, Palestina, ketika menaklukkan kota tersebut dari tangan Kesultanan Usmaniyah tanggal 6 Maret 1799. Di kota tersebut, Prancis nampaknya melupakan rasa…

Berjuang Untuk Masyarakat

Ketika Ito, adik saya, bilang mau maju pemilihan Kepala Desa, kami dari keluarga, khususnya saya, bertanya: “Ito serius?” Sebab kami paham, menjadi Kepala Desa artinya menjadi pelayan masyarakat. Bukan sekedar jabatan, tapi juga tanggungjawab. Dan untuk pelayanan dan tanggung jawab itu kadang harus mengorbankan kepentingan diri sendiri dan keluarga. Leiden is Lijden. Memimpin adalah menderita. Siap berkorban dan memberikan pengabdian kepada orang orang yang dipimpin. Konsekwensinya tentu tidak sedikit. “Ya, Ito serius” jawab adik saya ini dengan sungguh-sungguh. Artinya, dia siap dengan semua tanggung jawab itu. Kami percaya kepada Ito. Saya mengenalnya sejak kecil dalam asuhan ayahanda tercinta, KH. Muhammad Abubakar. Sekolah sampai tuntas Aliyah di Pondok Pesantren Alkhairaat Tilamuta, kemudian melanjutkan pendidikan S1 ke IAIN Sultan Amai, Gorontalo. Ketika dia sudah menentukan pilihan, artinya dia akan menjalaninya dengan sungguh sungguh. Secara kemampuan, kami tidak meragukan. Hamzatusysyahid. Pemilik nama itu sudah menjadi lambang keseriusan, kesungguhan, dan kreativitas sejak kecil. Sejak…

Navigate