belajar

10 Posts Back Home

Stop Watch, Zikir, dan Mindly

Bagaimanapun juga waktu itu sangat berharga. Maka  kecepatan dan ketepatan dalam gerak dan kerja sangat penting. Saya tidak boleh berfikir tidak ada kerjaan, lalu membuka instagram, main facebook, cek tokopedia atau lainnya. Semua itu sangat melalaikan. Membuat saya seakan tidak punya pekerjaan, padahal tugas dan kewajiban sangat banyak. Cobalah buka Al Quran, atau diam berfikir sejenak, atau ambil secarik kertas dan mulailah menulis daftar, barulah terasa ternyata pekerjaan sangat banyak. Jangan lalai dan Jangan dekat-dekat dengan hal-hal yang melalaikan. Itulah kata kuncinya. Dalam hal ini, HP adalah rahmat sekaligus azab. HP itu alat. Ketika yang berkuasa itu akal sehat, maka HP itu akan bermanfaat untuk kebaikan dan produktifitas. Tapi bila yang merajai adalah nafsu, maka HP pun menjadi media paling baik untuk melayani semua keinginan itu. Stopwatch Salah satunya adalah menggunakan stopwatch. Saya baru mencoba memulai. Semua didasarkan pada waktu. Buatlah list kegiatan, kemudian tentukan waktu berapa menit untuk melaksanakan…

Abnaul Khairaat Tilamuta adakan Halal bi Halal

Senin, 8 Juni 2020/16 Syawal 1441 H *DR. Drs. H. Idris Rahim, M.M (Komwil Alkhairaat Prov. Gorontalo/Wakil Gubernur)* Melalui halal bi halal ini, Abnaul Khairaat harus merapatkan barisan, bahu membahu, tolong menolong, asah asih dan asuh, tidak hanya unutk kepentingan alkhairaat, tapi juga untuk kepentingan masyarakaat Gorontalo. Kita sekarang berada di era digital. Maka kita harus meningkatan kualitas pondok pesantren kita, guru-gurunya agar mampu bersaing di era ini. Kita harus maju dengan keterbatasan yang ada. Kita berdoa agar diberikan jalan yang terbaik untuk membangun Alkhairaat ke depan. *H. Hamdi Alamri, S.E. (Komda Alkhairaat Pohuwato)* Saya mengharapkan kepada seluruh Abnaul Khairaat di Provinsi Gorontalo agar kita dapat selalu bergabung dalam forum mulia seperti ini untuk memberikan saran. *H. Abdul Gawi Dja’far (Komda Alkhairaat Boalemo)* Hubungan antara abnaul khairaat menjadi contoh untuk sekolah lain. Persatuan orang alkhairaat benar-benar satu kekuatan agar alkhairaat lebih jaya lagi . Saya berdoa semua abnaul khairaat Allah…

Sifat Utama Guru Keluarga

Sifat Utama Guru Keluarga Pendidik pertama dan utama adalah orang tua di rumah. Setelah itu baru guru di sekolah. Ketika anak sekolah di rumah dan belajar jarak jauh, itu artinya dia dikembalikan kepada pendidik utamanya. Masalahnya, ternyata banyak diantara kita yang tidak siap. Padahal kitalah guru yang sesungguhnya. Apa yang harus kita lakukan agar dapat menjadi guru keluarga yang baik? Dan seberapa besar pengaruhnya bagi anak anak kita? Simak video berikut… https://youtu.be/2DOgXrv8jNI ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 13 Ramadhan 1441 H

Hari Terakhir Bersama Syekh Abdul Hamid

Sabtu 2 Ramadan 1441/25 April 2020 Inilah hari terakhir kami bersama guru tercinta syekh Abdul Hamid. Hari Senin, 27 April beliau akan terbang ke Mesir dengan pesawat evakuasi Cairo Air. Kami berbuka puasa di rumah Ust Mu’in di Solo sekalian shalat di Masjid Awwabin. Kami shalat Tarawih di Masjid Ma’wal Awwabin diimami Ust Darus Mahfuzi. Syekh ke Jakarta ditemani oleh Pak Karim, Ust Luqman Abdullah, dan Ust Darus yang rencana selama dalam perjalanan ini akan mengkhatamkan Qira’at Ibnu Amir. Syekh Abdul Hamid sempat menulis surat untuk Ma’had Ibnu Abbas yang kemudian saya terjemahkan ke Bahasa Indonesia. Berikut surat beliau: Ucapan Terima kasih Kepada Ma’had Ibnu Abbas (Baik pihak manajemen, guru-guru, maupun ibu-ibu kebersihan & dapur) Saya merasa bahagia dan mulia mendapatkan kesempatan untuk mengajar dan berinteraksi dengan anda sekalian. Saya merasakan adanya kesungguhan, keseriusan dan tekad yang kuat pada Anda semua. Pada beberapa bulan ini, Alhamdulillah 14 orang-orang…

Nikmat Quran di Tengah Korona

Saya tidak habis pikir tentang nikmat yang besar ini. Dulu ketika di Mesir, untuk setoran hafalan Al Quran, saya harus menempuh jarak yang sangat jauh. Minimal satu jam untuk sampai ke Darrasah. Setoran hafalan ke Syekh Asyraf di Masjid Al Ja’fari. Pulang pergi dua jam. Belum terhitung masa menunggu bis, ongkos, dan keruwetan berdesak-desakan dalam perjalanan. Pernah mencoba setoran hafalan di Roksi. Tapi saya tidak kuat. Perjalanan 2 jam. PP 4 jam. Ada kawan yang mengajak ke tempat Syekh Ba’bullah di Helwan, tapi itu pun terlalu jauh. Untuk setoran biasa (bukan ambil sanad) saya sempat ke Syekh Sayyid Ramadhan di Mutsallats, tapi kurang intensif. Sempat ingin ke Ma’had Qiraat di Syubrah, tapi tidak kesampaian. Dan di tengah-tengah musibah Korona ini, tiba-tiba Allah menghadirkan Syekh Abdul Hamid. Pakar qiraat asyrah yang masyhur, alumni kulliyyat Al-Qur’an dan Ma’had Qiraat. Murid dari tiga legenda pakar qiraat asyrah di Mesir yaitu Syekh Sa’ad Ahmad,…

Menjaga Hafalan Seusai Setoran

Setelah mengerahkan seluruh pikiran, perasaan, waktu, dan kemampuan untuk menyelesaikan setoran hafalan dengan qiraat, bagaimana cara menjaganya agar jangan sampai hilang? Itulah yang saya tanyakan kepada Syekh Abdul Hamid pagi tadi seusai shalat shubuh. Saya teman teman penasaran. Kekuatan hafalan Al Qur’an beliau membuat kami menahan nafas. Ditambah hafalan ribuan bait matan kitab Syathibiyah, Thaibah, Durrah, dan lainnya. Apalagi ketika beliau menjelaskan tentang sejarah mushaf, variasi ragam bacaan dan jalur jalur periwayatan Qira’at dari Syathibiyah, Thaibah, Durrah, Ar Raudhah, Al Misbah, lengkap dengan syahid dari matan dan kutipan kata-kata pakar Qiraat dari berbagai kitab. Kami hanya bisa geleng-geleng kepala. Sebagian bahkan ada yang lupa menutup mulutnya yang ternganga. Kagum, itu yang pertama. Sebab hafalan beliau yang kuat dan teliti. Senang, itu yang kedua. Sebab selama duduk dengan beliau terasa ada ilmu yang bertambah, dan sikap beliau yang bersahabat. Takut dan segan, itu yang ketiga. Sebab beliau tidak mentolerir satu kesalahan…

Mengenal Imam Qira’at Sab’ah dan Asyrah

Sekilas info: bacaan quran yang kita baca saat ini periwayatan sampai kepada Rasulullah melalui jalur Imam Hafsh dari Imam Ashim Al Kufi. Namun itu bukan satu satunya bacaan. Ada ragam bacaan Al Quran lain yang berbeda, misalnya bacaan Warasy di Maroko dan bacaan Ad Duri di Sudan. Rasulullah mengajarkan Al Quran kepada para sahabat-sahabat pilihan ini, seperti Ubay bin Ka’ab , Zaid bin Tsabit, dan Abdullah bin Mas’ud, kemudian mereka mengarkan bacaan ini kepada sesama sahabat dan juga tabi’in yang datang setelahnya. Jadi bacaan kita yang banyak tersebar di Indonesia saat ini hanya salah satu ragam bacaan. Yaitu qiraat Ashim. Ashim sendiri punya dua murid utama yang meriwayatkan jalur periwayatan yang berbeda dalam segi bacaannya. Yang pertama Imam Hafsh bin Sulaiman dan kedua Imam Syu’bah bin Ayyash. Bacaan ini melalui jalur imam Hafsh. Maka secara singkat, bacaan quran kita dikenal dengan riwayat hafsh an ashim. Selain Imam Ashim ada siapa…

Aplikasi Mushaf Qiraat

Dengan adanya teknologi, kita bisa belajar qiraat asyrah dengan mudah. Hanya saja, dalam penggunaan buku dan audio dalam hal ini semuanya sifatnya wawasan. Sebab cara baca yang tepat hanya dapat dipelajari secara langsung kepada guru yang memiliki sanad qiraat tersebut. Bagi yang penasaran dan ingin tau silahkan disimak audio berikut dan memilih qarinya. Bisa disimak tilawahnya, plus dibaca mushaf pdfnya yang bisa menunjukkan secara langsung perbedaan bacan https://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=rewayat Kalau mau perbedaan bacaan dari setiap qari, bisa dicek melalui web ini: https://www.nquran.com/ar/index.php?group=tb1&tpath=2 Tinggal memasukkan surat apa dan ayat berapa. Kemudian silahkan pilih dan search. Langsung muncul. Kalau mau baca di Android, kalau ingin tilawah ragam qari yang berbeda maka bisa install aplikasi Mushaf Taisir. Di situ terkumpul mushaf dengan 20 ragam bacaan berbeda dari setiap qari. Ini linknya: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.alwa7y.mushaf.mushafapplication&hl=in Sementara kalau ingin dengar tilawahnya dari Android bisa install di : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.metraqapps.Quran13 dan masih banyak lagi yang lainnya.. yang penting adalah…

Syekh Abdul Hamid

Tahun 2008, ketika mengawali pendidikan S2 di Universitas Al Azhar, saya mendaftar masuk ke Asrama Mahasiswa di bawah asuhan Jam’iyyah Mishr Al-Mahrusah. Tempatnya di Muqattham. Jauh sekali dari kawasan mahasiswa Indonesia, yang rata-rata waktu itu tinggal Hay Asyir, Nasr City. Dari Nasr City, harus naik lebih dari sejam ke kawasan Sayyidah Aisyah, kemudian nyambung lagi untuk ke Muqattham. Tidak langsung ke Asrama. Bisnya berhenti di persimpangan dekat bukit Muqattham, setelah itu baru mendaki berjalan kaki ke atas. Hanya ada satu bis yang lewat depan asrama langsung, tapi itupun waktu menunggunya kadang lama dan waktunya tidak menentu. Di asrama itu saya sekamar dengan Alwin dari Aceh dan Umar Abdillah dari Nigeria. Saya kenal dengan teman dari Sudan, Eriteria, India, Syiria, Pakistan, Aljazair, dan dari berbagai negara lainnya yang tinggal di asrama itu. Direktur Pelaksana Hariannya namanya Ust. Asyraf dan Direktur Yayasan namanya Ust. Muhammad Basyir. Satpamnya namanya Husam. Guru qurannya banyak.…

Memperbaiki Diri, Menghadirkan Solusi

  Beginilkah Keadaan Kita Dunia benar-benar meradang. Kemajuan teknologi tidak diiringi oleh kebaikan moral. Yang hadir adalah ilmu tanpa moral. Penemuan tanpa moral. Pemimpin tanpa moral. Rakyat tanpa moral. Pendidikan tanpa moral. Pergaulan tanpa moral. Rumah tangga tanpa moral. Sebuah perjalanan panjang yang akan berujung kegundahan dan kesengsaraan. Ada Ibu Nurmayani, seorang guru Biologi SMPN 1 Bantaeng, terpaksa mendekam di tahanan karena dilaporkan oleh wali murid pada polisi telah mencubit salah seorang siswanya. Ada Ibu Darmawati, guru agama yang berakhir dipenjara karena mengibaskan mukena untuk menghentikan anak bermain saat waktu shalat dhuhur. Ada Pak Mubazir yang dipenjara karena memaksa murid disiplin memotong rambut. Ada murid SMP yang mengajak gurunya berkelahi karena ditegur untuk tidak merokok di kelas. Ada murid yang benar-benar memukul guru. Secara umum yang terjadi ada hilangnya rasa penghormatan kepada guru. Akibatnya adalah berbicara dan bersikap tidak lagi diiringi oleh sopan santun. Dalam keadaan seperti ini, apalagi keberkahan…

Navigate