pemuda

10 Posts Back Home

Pilihan Istiqamah

Siapakah orang yang paling menakjubkan? Itulah yang sempat menjadi pertanyaan di benak saya beberapa waktu lamanya. Apakah orang yang palig tampan? Bukan Paling kaya? Bukan Paling pintar? Bukan juga Saya temukan, orang yang paling menakjubkan adalah orang yang paling kuat bertahan istiqamah dalam keyakinan dan amal perbuatan. Keyakinannya tak berubah dalam dalam perjalanan waktu. Dan Ia mampu mnjaga satu amal dalam hitungan waktu yang panjang. Contoh Saya selalu kagum dengan orang yang seperti itu. Seperti abah saya. Sejak kecil dan sampai saya berpisah dengan beliau ketika kembali berangkat ke Mesir tahun 2007, waktu abah hanya terbagi tiga: mengajar, kerja, dan melayani masyarakat. Bakda subuh sampai dhuhur untuk mengajar. Bakda dhuhur sampai asar bekerja di Kebun. Bakda Asar mengajar lagi. Bakda Maghrib sampai jam 10 malam melayani masyarakat, mengisi pengajian, majlis taklim, dan lainnya. Hampir tidak ada perubahan. Selalu seperti itu setiap waktu. Selama puluhan tahun. Sampai santri dan masyarakat hafal…

Mewaspadai Syahwat Tersembunyi

Mewaspadai Syahwat Yang Tersembunyi Hati ini, kemanakah akan kita bawa pergi? Sebagai sumber kekuatan dan benteng pertahanan, hati selalu menjadi sasaran tembak serangan setan. Ketika ia lumpuh dan jatuh, maka akan sangat berpengaruh ke anggota tubuh yang lain. Mata menjadi liar tak terkontrol, lisan menjadi kasar, tangan mudah lepas, kaki gampang menindas. Maka menjaga kesehatan hati menjadi sesuatu yang sangat penting bagi yang ingin kebahagiaan hakiki. Namun, setelah sepenuh tenaga kita berjuang, masih ada serangan syahwat yang tersembunyi. Kecil dan halus, tetapi dapat meluluhlantakkan amal. Apakah syahwat tersembunyi ini? Simak video berikut. Semoga bermanfaat https://youtu.be/Ps6XbnbXaPE •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 28 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Optimisme Tanpa Batas

Optimisme Tanpa Batas Melihat kondisi yang ada; tersebarnya wabah dan sikap pemerintah, lumpuhnya ekonomi, isu PKI, dan info dunia terkini, maka dada ini terasa sesak. Putus asa dan hilang semangat. Padahal bukan begitu yang diajarkan Islam. Kita diminta untuk menjaga harapan, tetap tersenyum dan berbuat, meskipun esok pasti kiamat. Tidak hanya berfikir tentang diri sendiri, tapi juga tentang orang lain. Harapan hidup dan keinginan untuk terus memberi, itulah yang selalu mampu menghadirkan senyum bahagia dalam hidup ini. Seperti seorang pendaki gunung. Penuh tegar ia menapaki jalan menanjak dan terjal, dengan harapan akan segera mencapai puncak. Pun, penuh tabah ia menuruni jalan licin dan curam, dengan harapan ia segera tiba di bawah dengan selamat. Obsesi dan rasa optomis tanpa batas, itulah ruh kehidupan. Bagaimana menghadirkannya dalam diri kita? Simak video berikut ini. Semoga ada manfaatnya. https://youtu.be/nepXIbwK_f0 •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 27 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Amal Generasi Terbaik

Amal Generasi Terbaik Mereka orang-orang pilihan. Menjadi bintang di langit sejarah umat manusia. Bagaimana tidak? Mereka mendapatkan kesempatan mendampingi kekasih Allah. Mewujudkan miniatur masyarakat yang penuh akhlak, adil dan makmur. Dalam waktu singkat, mereka mampu menorehkan capaian prestasi gemilang; meninggikan nilai nilai Islam, dan menyebarkan ajaran kedamaiannya ke seluruh dunia. Ada kekuatan dahsyat yang mengalir tak terbendung, bahkan oleh imperium imperium dunia yang paling agung sekalipun. Kisra dan Kaisar tunduk bertekuk lutut di bawah pengaruh kekuasaan mereka yang penuh kasih sayang. Tapi apakah rahasia dari semua kekuatan itu? Apa amalan utama yang mampu mengalirkan tenaga dahsyat dan menggetarkan itu? İnilah 5 amalan generasi sahabat Rasulullah. Simak video berikut. Semoga bermanfaat https://youtu.be/ul0DAR9CMv0 •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 26 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Ketika Malas Datang Menyapa

Ketika Malas Datang Menyapa Hanya dalam beberapa hitungan waktu, lalu tamu agung ini akan pergi dan kesempatan emas meraih pundi pahala berlipat ganda pun berakhir. Tapi entahlah. Rasa malas itu tiba-tiba menerpa dengan kencang. Tidak di dalam Ramadhan, tidak juga luar Ramadhan, saat malas itu datang, kita pun berhenti dan tidak bersemangat lagi. Lalu bagaimanakah cara kita berdamai dengan diri ini? Haruskah kita biarkan jiwa ini dikuasai oleh rasa itu? Berusaha bertemu dengan para guru dan sahabat yang saleh, membaca buku, mendengarkan nasehat online maupun offline menjadi bagian dari usaha keluar dari kemalasan itu. Tapi setelah itu, kalau tetap malas bagaimana? Simak video berikut ini. Semoga ada manfaatnya https://youtu.be/TnXRAkudy8w •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 21 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Belajar Dari Umar bin Abdul Aziz

Belajar Dari Umar bin Abdul Aziz Zuhud, menahan dari dari hal hal yang tidak bermanfaat di akhirat, sangat sulit saat kita tidak punya apa. Tetap akan jauh lebih sulit saat memiliki segalanya. Itulah sebabnya, kata Imam Abu Sulaiman Ad Darani, Umar bin Abdul Aziz lebih zuhud dari Uwais al-Qarni. Sebab Umar bersikap zuhud saat dunia ada dalam genggamannya. Ingat mati dan rasa takut kepada Allah, itulah yang membuat sangat berani dan hati hati. Terlebih saat ia menjadi Khalifah. Ia menjadi orang paling miskin di puncak kekayaan; paling prihatin di puncak kejayaan. Ingat akhirat telah menjadi sumber kekuatannya yang tidak terbatas. Bagaimana kita bisa selalu menghadirkannya? Simak video berikut… Semoga bermanfaat https://youtu.be/-vQSMW_5LdY •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 19 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Menguatkan Orientasi Akhirat

Menguatkan Orientasi Akhirat Sama seperti dalam sebuah perjalanan panjang, kadang kala kita harus transit. Apa yang dilakukan penumpang saat transit itu? Ada yang ke toilet, ada yang makan dan minum, ada yang jalan jalan di sekitar lokasi, ataupun ada yang sekedar selonjoran kaki. Apapun yang mereka lakukan, semuanya untuk kepentingan dan kenyamanan perjalanan selanjutnya. Pikiran mereka terfokus bagaimana sampai ke tujuan dengan selamat. Saat ini, kita adalah bagian dari penumpang itu. Sedang transit sejenak di dunia, siap siap melanjutkan perjalanan ke tujuan utama. Ya. Akhirat, itulah tujuan akhir kita. Bukan di sini. Di tempat transit ini. Kelak akan tiba saatnya kita harus melanjutkan perjalanan kembali. Yaitu  saat malaikat maut datang menjemput untuk pergi. Hakikat ini jangan sampai hilang dari benak dan hati. Sehingga kita lalai dan terbuai. Tiba saatnya berangkat, kita belum bersiap. Maka jadilah kita orang yang paling merugi. Lalu apa manfaatnya bila kita fokus pada hari akhir itu?…

Menyempurnakan Ibadah

Menyempurnakan Ibadah Apa artinya nawaitu shauma ghadin ? Ya. Saya berniat menahan diri besok. Itulah iqrar yang kita tekadkan sejak malam puasa. Menahan diri dari apa? Tingkatannya ada 3, kata Imam Al Ghazali: Menahan diri dari makan minum dan perkara yang membatalkan puasa… Menahan panca indera dari dosa… Menahan hati dari selain Allah… Lalu apa kabar puasa kita selama ini? Di tingkatan pertama, puasa kita sah sebab terpenuhi rukun dan syaratnya. Di tingkatan kedua, puasa kita InsyaAllah diterima, sebab bebas dari hal-hal yang membatalkan pahala. Sementara di tingkatan ketiga, semoga Allah menguatkan kita untuk mencapainya. Itulah tingkatan puasa para nabi dan wali. Dalam ibadah-ibadah wajib, penting berfikir dan berusaha untuk melakukannya dengan sempurna. Itulah cara terbaik kita mendekatkan diri kepadaNya. Sementara dalam ibadah Sunnah, semoga itu dapat menutupi kekurangan-kekurangan kita dalam memenuhi ibadah yang wajib. Tapi bagaimana cara menyeimbangkan antara keduanya? Simak video berikut ini Semoga ada manfaatnya… https://youtu.be/cW6PHG8H3cM •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈•…

Tenggelam Dalam Tafakkur

Tenggelam Dalam Tafakkur Segalanya telah tersedia. Ada akal untuk berfikir, ada objek alam semesta yang terbentang luas, dan ada hasil yang pasti dalam setiap tindakan. Semua ini menjadikan Tafakkur menjadi ibadah yang membahagiakan, mencerdaskan, melipatgandakan potensi & kemampuan, sekaligus sebagai bentuk kesyukuran yang meningkatkan keimanan. Asal mau, diam, memperhatikan, dan berfikir dengan dalam, maka siapun dapat melakukan ibadah yang sangat utama ini; apapun background pengetahuan dan keilmuan yang ia miliki. Sayang sekali kita jarang melakukan. Terlalu banyak hal yang melalaikan. Tenang, kita belum terlambat. Masih ada waktu bila kita ingin melakukan. Tapi, bagaimana kita memulainya? Apa yang harus kita lakukan? Apa tujuannya? Dan Bagaimana caranya? Video singkat ini semoga dapat memberikan sedikit pencerahan… Silahkan menikmati.. https://youtu.be/-C5G8WFr6ws ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 11 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Masa Depan Yang Abadi

Masa Depan yang Abadi Akankah semua berakhir di dunia ini? Ternyata tidak! Akan ada kehidupan berikutnya, ada hidup setelah mati, ada akhirat setelah dunia. Sayangnya, kepastian ini sering hilang dan luput dari ingatan. Hati dan pikiran lalai tentang masa depan abadi yang pasti itu Berbeda dengan Rasulullah dan para sahabat. Kesadaran tentang masa depan yang abadi itu selalu menyala di dalam hati mereka. Maka mereka pun dapat selalu menemukan akhirat di balik setiap kejadian. Mereka menjadi sangat hati-hati dalam menjalani kehidupan. Mereka punya semangat hidup yang tinggi sekaligus pengendalian diri yang kuat. Tetapi, seberapa pentingnya menghadirkan akhirat di dalam hati kita? Dan bagaimanakah cara menghadirkannya? Silahkan simak video berikut ini… Selamat menyaksikan 🌝 https://youtu.be/V1MS5HTQbU0 ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 10 Ramadhan 1441 H

Navigate