pendidikan

10 Posts Back Home

Hati-Hati Terpedaya

Hati hati Terpedaya Apakah hati kita merasa aman ketika rajin ibadah? Tidak! Setan tidak akan pernah membiarkan kita selamat begitu saja. Setan selalu berusaha untuk memperbanyak kawannya di neraka. Salah satunya adalah merasa Shalih dan orang lain salah. Atau terus menerus berbuat dosa dengan angan angan mendapatkan ampunan. Waspadalah. Setan selalu mencari pintu untuk masuk ke dalam hati kita… Apakah pintu itu? Simak selengkapnya https://youtu.be/_7Ot1lUpxnQ •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 29 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Menjadi Guru Keluarga

Menjadi Guru Keluarga Kebersamaan adalah sesuatu yang mahal. Dulu ditunggu-tunggu, kini kebersamaan itu hadir, dan setiap orang wajib ada di rumah. Di situlah kebingungan datang menghantui. Apa yang harus saya lakukan saat bersama anak anak sepanjang hari? Terlebih lagi di Bulan Ramadhan seperti ini. Kebersamaan di rumah  harus dimanfaatkan agar menjadi sesuatu yang sangat berharga… “Menjadi Guru Keluarga” itulah tugas orang tua yang paling utama. Tapi bagaimana caranya? Simak video berikut ini. https://youtu.be/Di2c4klQ368 Semoga ada manfaatnya.. ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 05 Ramadhan 1441 H

Berlomba Menuju Surga

Berlomba Menuju Surga Diriwayatkan dari Hasan al-Bashri, suatu hari ia melihat sekelompok orang yang sedang tertawa terbahak-bahak pada bulan Ramadhan. Ia pun berkata : “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan bulan Ramadhan sebagai arena pertandingan bagi hamba-hamba-Nya untuk berlomba-lomba berbakti kepada-Nya. Sebagian Muslim berhasil dan keluar sebagai pemenang, tapi  sebagian nya lagi merugi karena tertinggal di belakang. Karena itu sungguh amat mengherankan, masih ada orang yang tertawa dan bermain-main pada hari kejayaan orang-orang yang menang dan sungguh kecewa orang-orang yang bertindak sia-sia!. Saatnya kita berlomba menuju surga… Silahkan tonton video berikut… https://youtu.be/eoGjgAYq6R0 ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 02 Ramadhan 1441 H

Memperbaiki Diri, Menghadirkan Solusi

  Beginilkah Keadaan Kita Dunia benar-benar meradang. Kemajuan teknologi tidak diiringi oleh kebaikan moral. Yang hadir adalah ilmu tanpa moral. Penemuan tanpa moral. Pemimpin tanpa moral. Rakyat tanpa moral. Pendidikan tanpa moral. Pergaulan tanpa moral. Rumah tangga tanpa moral. Sebuah perjalanan panjang yang akan berujung kegundahan dan kesengsaraan. Ada Ibu Nurmayani, seorang guru Biologi SMPN 1 Bantaeng, terpaksa mendekam di tahanan karena dilaporkan oleh wali murid pada polisi telah mencubit salah seorang siswanya. Ada Ibu Darmawati, guru agama yang berakhir dipenjara karena mengibaskan mukena untuk menghentikan anak bermain saat waktu shalat dhuhur. Ada Pak Mubazir yang dipenjara karena memaksa murid disiplin memotong rambut. Ada murid SMP yang mengajak gurunya berkelahi karena ditegur untuk tidak merokok di kelas. Ada murid yang benar-benar memukul guru. Secara umum yang terjadi ada hilangnya rasa penghormatan kepada guru. Akibatnya adalah berbicara dan bersikap tidak lagi diiringi oleh sopan santun. Dalam keadaan seperti ini, apalagi keberkahan…

Persiapan

Aktifitasnya sama, rasanya yang berbeda. Itu karena untuk mengajar hari ini saya membuat persiapan sebelumnya. Paling tidak saya sempat membaca, dan menyiapkan poin-poin apa saja yang akan saya sampaikan. Lebih plong, terkontrol, dan terukur. Dan lebih bahagia tentunya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Saya bahkan tidak tau apa yang akan saya sampaikan. Lalu mulailah saya berbicara berdasarkan judul utama. Di tengah jalan saya benar-benar macet, apa lagi yang akan saya sampaikan. Cerita ini sudah pekan lalu, materi ini sudah juga, kisah ini rasanya gak nyambung. Itu yang berputar-putar di kepala. Mungkin karena saya merasa mengajar Mapel “Fiqih Dakwah” dan “Ushul Fiqih” ini sudah lama, sudah ada RPP-nya dan isinya begitu-gitu saja. Hasilnya: blank. Ternyata persiapan sebelum belajar, minimal merenungkan poin poin penyampaian tidak boleh disepelekan. Banyak masalah dan contoh-contoh baru yang harusnya lebih up to date. Dua Kalimat Saya jadi teringat dua kalimat legendaris tentang pentingnya persiapan. Pertama, “Sebodoh apapun engkau,…

Kekuatan Kasih Sayang

Suatu Hari di Masjid Nabawi Sejak kedatangan Rasulullah Saw. di Madinah, mesjid mempunya fungsi yang sangat besar bagi kaum muslimin. Tidak sekedar sebagai tempat shalat, tapi juga sebagai tempat belajar, mengumpulkan pasukan, dan mengatur strategi perang. Maka mesjid pun selalu ramai oleh para sahabat. Suatu ketika, Rasulullah Saw. bersama para sahabat sedang berkumpul di Mesjid. Tiba-tiba datanglah seorang badui dan langsung…  sreeeeeettttt……. Ia kencing di mesjid….! Para sahabat langsung menghardiknya bahkan ada yang ingin memukulnya “Biarkan ia!” ujar Rasulullah Saw. dari jauh. Mereka pun membiarkannya sampai ia menyelesaikan buang air kecilnya. Setelah itu Rasulullah kemudian memanggilnya seraya memberikan nasehat, “Sesungguhnya mesjid ini tidak boleh terkena sedikitpun dari air kencing ini atau kotoran lainnya. Sesungguhnya ia digunakan untuk mengingat Allah Swt., shalat dan membaca Al-Qur’an” ujar beliau dengan lembut. Rasulullah lalu memerintahkan seorang sahabat yang ada untuk membawa seember air dan menyiramkannya ke atas kencing tersebut. Demi Allah, ini adalah peristiwa…

Bukan Dunia Kata-Kata

Dalam ungkapan yang sangat singkat Rasulullah Saw. dapat menyampaikan kepada kita nasehat yang berharga dan dalam maknanya. Kali ini beliau mengingatkan kepada kita tentang manajemen hati dalam menuntut ilmu, agar tak sia-sia segala waktu yang kita gunakan untuk belajar dalam waktu yang lama. Menghitung Waktu Belajar Bila kita menghitung waktu belajar formal dari tingkat SD sampai selesai S1 perguruan tinggi, maka waktu yang gunakan paling kurang 16 tahun. Belum ditambah dengan pendidikan formal S2 dan S3. Walaupun pada hakekatnya manusia adalah makhluk pembelajar selama hidupnya. Waktu belajar terus berlangsung sampai hembusan nafas yang terakhir. Lalu untuk apa kita belajar selama itu? Rasulullah sudah mengingatkan: عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَهُوَ فِي النَّارِ. حديث حسن رواه ابن ماجه “Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi Muhammad Saw. beliau berkata, “Siapa yang menuntut…

Rumah Qur’an Najmul Khairaat; Mendidik Anak di Usia Balita

Di tengah kekhawatiran para orang tua terhadap pendidikan dan pergaulan anak, pendidikan berbasis Al-Quran menjadi pilihan terbaik dan utama. Pendikan berbasis Al-Quran ini berbasis pondok pesantren, sekolah, taman pengajian, maupun rumah Quran. Di lembaga-lembaga ini, anak-anak diajak untuk lebih dekat dengan Al-Quran melalui pembelajaran membaca dan menghafal Al-Quran, serta usaha untuk memahami makna-makna ayat yang sedang dihafal. Salah satunya adalah Rumah Qur’an Najmul Khairaat yang berada di Desa Modelomo Kecamatan Tilamuta Kab. Boalemo, Gorontalo. “Berlandaskan ayat Al-Quran dan hadis mengenai keutamaan menghafal Alquran sejak usia dini, kami berinisiatif untuk membentuk lembaga Tahfizul qur’an khusus balita dan anak anak” demikian motivasi utama pendirian Rumah Quran ini, seperti yang disampaikan oleh Direktris Rumah Qur’an Najmul Khairaat, Ustadzah Nur Jannah Hiola, Lc., M.Pd Tentunya bukan hal yang mudah membimbing anak-anak balita untuk duduk diam menghafal Al-Quran. Namun terbukti, dengan program dan sistem yang ada, rumah Quran ini mampu mencetak anak-anak usia balita yang…

Fraktur

Fraktur adalah terputusnya kontinuitas struktur tulang. Sebuah istilah yang digunakan untuk patah tulang. Saya kenal istilah itu 1 bulan yang lalu. Saat mengalaminya sendiri. Tulang telunjuk kaki kiri saya patah setelah bertarung dalam latihan, Sabtu tanggal 9 November 2019. Memang dasar amatiran. Saya kehilangan keseimbangan. Kuda-kuda saya tidak pas saat menjejakkan kaki ke tanah. Awalnya saya mengira hanya bengkak biasa. Diolesin minyak tawon sembuh. Atau sedikit dipijit dan diurut. Ternyata lama-lama bengkak. Baru tau kondisi sebenarnya setelah dirontgen hari Kamis, tanggal 14 November 2019. Vonis dokter: saya harus digips, dan pakai krek selama 1,5 bulan. Adapun gips, saya pakai. Tapi krek, saya tidak gunakan kecuali hanya beberapa kali. Memang sangat merepotkan pakai gips itu. Apalagi kalau tidak tau apa fungsinya. Saya sempat terhalang melakukan banyak aktifitas, terutama yang tempatnya jauh Dengan kaki yang ditempeli gips itu seperti itu, saya tidak bisa bawa motor apalagi mobil. Proses Penyembuhan Baru tau fungsi…

Jenderal Soedirman; Inspirasi Anak Muda

Diantara dua masa lemah, Allah hadirkan satu masa kuat; dengan kemampuan dan kemungkinan tak terbatas. Unlimited. Itulah masa muda. Hanya anak muda yang mampu melakukan hal hal yang hebat dan luar biasa. Atau pun kalau ada seorang tua yang mencapai sebuah prestasi yang hebat, pasti dia sudah memulai melangkah sejak masih muda. Kalau dulu para sahabat berjuang bersama Rasulullah dengan sepenuh kekuaatan yang mereka miliki, maka kita juga melihat bahwa deretan pahlawan Indonesia terdiri dari pemuda-pemuda yang hebat dan perkasa. Salah satunya adalah Panglima Jenderal Sudirman yang gilang gemilang di usia muda. Selama ini saya berfikir, Jenderal Sudirman pasti sudah tua dan berumur saat menjadi panglima. Ternyata anggapan itu salah. Pak Dirman sudah diangkat menjadi panglima saat berusia 29 tahun, dengan tugas besar mengatur personel tentara dan laskar berjumlah ratusan ribu, menyiapkan struktur organisasi tentara modern, menyiapkan armada perang menghadapi Belanda dan Inggris, memimpin perang gerilya di hutan, gunung, sungai,…

Navigate