peradaban

10 Posts Back Home

Berkah Keshalehan

Berkah Kesalehan Segala puji bagi Allah yang mengantarkan kita hingga ke akhir Ramadhan ini. Dalam perintah Allah hanya ada kebaikan demi kebaikan. Sementara dalam larangan Allah tidak ada selain keburukan. Madrasah Ramadhan Allah hadirkan untuk menjadikan diri kita, keluarga, dan masyarakat, lebih dekat kepada kebaikan dan jauh dari keburukan. Ramadhan pun ingin membawa kita lebih mulia dari sebelumnya. Yaitu dengan mendekatkan kita kepada Al Qur’an sebagai sumber kemuliaan dan keberkahan. Dan kini, Ramadhan akan pergi… Apakah yang bisa kita lakukan akan kemuliaan dan keberkahan itu melekat dalam diri kita sepeninggal Ramadhan? Simak video berikut Semoga bermanfaat https://youtu.be/fE_c1OyVQUg •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 30 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Optimisme Tanpa Batas

Optimisme Tanpa Batas Melihat kondisi yang ada; tersebarnya wabah dan sikap pemerintah, lumpuhnya ekonomi, isu PKI, dan info dunia terkini, maka dada ini terasa sesak. Putus asa dan hilang semangat. Padahal bukan begitu yang diajarkan Islam. Kita diminta untuk menjaga harapan, tetap tersenyum dan berbuat, meskipun esok pasti kiamat. Tidak hanya berfikir tentang diri sendiri, tapi juga tentang orang lain. Harapan hidup dan keinginan untuk terus memberi, itulah yang selalu mampu menghadirkan senyum bahagia dalam hidup ini. Seperti seorang pendaki gunung. Penuh tegar ia menapaki jalan menanjak dan terjal, dengan harapan akan segera mencapai puncak. Pun, penuh tabah ia menuruni jalan licin dan curam, dengan harapan ia segera tiba di bawah dengan selamat. Obsesi dan rasa optomis tanpa batas, itulah ruh kehidupan. Bagaimana menghadirkannya dalam diri kita? Simak video berikut ini. Semoga ada manfaatnya. https://youtu.be/nepXIbwK_f0 •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 27 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Berburu Amal Terbaik

Jawabannya satu: ilmu! İtulah rahasia dari segala kebesaran, kejayaan, dan kesuksesan. Semua yang dilakukan tanpa ilmu tidak akan pernah kokoh dan mengakar. Sebaliknya, sesuatu yang biasa akan menjadi sangat hebat bila didasari oleh ilmu. Dalam amal pun seperti itu. Bersedekah misalnya. Mungkin sedikit nilainya. Tapi kalau dilakukan dalam keadaan yang tepat, di tempat yang tepat, dalam waktu tepat, maka hasilnya bisa dahsyat. Bahkan kebiasaan bisa menjadi ibadah bila disertai ilmu. Begitu pentingnya ilmu, ia sampai didahulukan daripada iman. Sebab untuk beriman harus berilmu terlebih dahulu. Ketika paham tentang ilmu amal dan amal ilmu, InsyaAllah amal kita melesat menjadi yang terbaik. Bagaimana penjelasannya? Simak video berikut ini. Semoga ada manfaatnya https://youtu.be/VrguOfViCkk •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe •┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 22 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Merapikan Jiwa Raga

Merapikan Jiwa dan Raga Siapa yang bisa jamin benih itu tidak akan tumbuh lagi? Bila dulu kita sempat salah, lalu akhirnya kita taubat, itu artinya kita telah memangkas tanaman dosa untuk tumbuh subur di halaman kehidupan kita. Tetapi siapa yang bisa jamin benih yang terlanjur tertabur dalam hati, dan akar dosa yang sempat tertancap dalam memori, tidak akan kembali mekar seperti dulu lagi? Ya. Kadang hanya butuh sebuah kondisi, atau terpancing sedikit kreasi, hingga benih yang tadi lama tertimbun kembali bereaksi. Lagi dan lagi. Dan akhirnya kita kembali mengulangi kesalahan dulu lagi. Mengapa bisa seperti itu? Itu karena ada nafsu yang bertengger dengan permanen dalam hati. Dalam setiap hembusan nafas, ia berontak dan ingin bebas, tanpa batas. Puasa adalah cara terbaik untuk merapikan batin yang tercabik-cabik nafsu, dan jiwa yang tersakiti oleh keinginan semu. Lahir dan batin kembali dirapikan, ditata, diatur, dan diarahkan. Bila akhirnya nafsu itu tumbuh subur, biarlah…

Tenggelam Dalam Tafakkur

Tenggelam Dalam Tafakkur Segalanya telah tersedia. Ada akal untuk berfikir, ada objek alam semesta yang terbentang luas, dan ada hasil yang pasti dalam setiap tindakan. Semua ini menjadikan Tafakkur menjadi ibadah yang membahagiakan, mencerdaskan, melipatgandakan potensi & kemampuan, sekaligus sebagai bentuk kesyukuran yang meningkatkan keimanan. Asal mau, diam, memperhatikan, dan berfikir dengan dalam, maka siapun dapat melakukan ibadah yang sangat utama ini; apapun background pengetahuan dan keilmuan yang ia miliki. Sayang sekali kita jarang melakukan. Terlalu banyak hal yang melalaikan. Tenang, kita belum terlambat. Masih ada waktu bila kita ingin melakukan. Tapi, bagaimana kita memulainya? Apa yang harus kita lakukan? Apa tujuannya? Dan Bagaimana caranya? Video singkat ini semoga dapat memberikan sedikit pencerahan… Silahkan menikmati.. https://youtu.be/-C5G8WFr6ws ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 11 Ramadhan 1441 H ========= duakhalifah.net

Masa Depan Yang Abadi

Masa Depan yang Abadi Akankah semua berakhir di dunia ini? Ternyata tidak! Akan ada kehidupan berikutnya, ada hidup setelah mati, ada akhirat setelah dunia. Sayangnya, kepastian ini sering hilang dan luput dari ingatan. Hati dan pikiran lalai tentang masa depan abadi yang pasti itu Berbeda dengan Rasulullah dan para sahabat. Kesadaran tentang masa depan yang abadi itu selalu menyala di dalam hati mereka. Maka mereka pun dapat selalu menemukan akhirat di balik setiap kejadian. Mereka menjadi sangat hati-hati dalam menjalani kehidupan. Mereka punya semangat hidup yang tinggi sekaligus pengendalian diri yang kuat. Tetapi, seberapa pentingnya menghadirkan akhirat di dalam hati kita? Dan bagaimanakah cara menghadirkannya? Silahkan simak video berikut ini… Selamat menyaksikan 🌝 https://youtu.be/V1MS5HTQbU0 ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• Jangan lupa klik like & subscribe ┈┈••❁🍀🌹🍀❁••┈┈┈• 10 Ramadhan 1441 H

Kekuatan Kasih Sayang

Suatu Hari di Masjid Nabawi Sejak kedatangan Rasulullah Saw. di Madinah, mesjid mempunya fungsi yang sangat besar bagi kaum muslimin. Tidak sekedar sebagai tempat shalat, tapi juga sebagai tempat belajar, mengumpulkan pasukan, dan mengatur strategi perang. Maka mesjid pun selalu ramai oleh para sahabat. Suatu ketika, Rasulullah Saw. bersama para sahabat sedang berkumpul di Mesjid. Tiba-tiba datanglah seorang badui dan langsung…  sreeeeeettttt……. Ia kencing di mesjid….! Para sahabat langsung menghardiknya bahkan ada yang ingin memukulnya “Biarkan ia!” ujar Rasulullah Saw. dari jauh. Mereka pun membiarkannya sampai ia menyelesaikan buang air kecilnya. Setelah itu Rasulullah kemudian memanggilnya seraya memberikan nasehat, “Sesungguhnya mesjid ini tidak boleh terkena sedikitpun dari air kencing ini atau kotoran lainnya. Sesungguhnya ia digunakan untuk mengingat Allah Swt., shalat dan membaca Al-Qur’an” ujar beliau dengan lembut. Rasulullah lalu memerintahkan seorang sahabat yang ada untuk membawa seember air dan menyiramkannya ke atas kencing tersebut. Demi Allah, ini adalah peristiwa…

Tak Pernah Jadi Beban

Dari Az-Zubair bin Awwam bahwasanya Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Usaha seorang diantara kamu mengambil tali kemudian membawa kayu bakar di atas punggunya lalu ia menjualnya sehingga dengan hasil penjualan itu Allah mencukupinya, jauh lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang, bisa jadi mereka berikan bisa juga mereka tolak” (HR. Bukhari) Kemuliaan Bekerja Diriwayatkan bahwa seorang sahabat dari kaum Anshar pernah datang kepada Rasulullah Saw. meminta sesuatu. Rasulullah Saw. bertanya kepadanya “Adakah sesuatu di rumahmu?” “Ada wahai Rasulullah, yaitu sebuah selendang yang kami pakai sebagai tempat kami duduk dan sebuah bejana untuk minum” jawabnya. “Bawalah kepadaku kedua barang itu” perintah Rasulullah. Maka ia pun membawa kedua barang tersebut ke hadapan beliau. “Siapa diantara kalian yang mau membeli kedua barang barang ini?” tanya Rasulullah kepada para sahabatnya. “Aku membelinya dengan harga satu dirham” kata seorang sahabat. “Siapa yang mau menambah lagi?” tanya Rasulullah dua sampai tiga kali. “Aku membelinya dengan harga…

Aturan Tentang Orang-orang Kafir Dalam Piagam Madinah

Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam tiba di Madinah dan singgah di Bani An Najjar pada hari Jumat, tanggal 12 Rabiul Awal 1 H, bertepatan tanggal 27 September 622 M. Beliau berhenti di depan rumah Abu Ayyub, lalu berkata, “Di sinilah tempat singgah, Insya Allah.” Kemudian beliau menetap di rumah Abu Ayyub radhiallahu anhu. Corak Masyarakat Madinah Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri menyatakan bahwa masyarakat yang dihadapi oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam pada saat awal mula hijrah di Madinah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: para sahabat yang suci, mulia, dan baik; orang-orang musyrik yang tidak beriman sama sekali yang berasal dari berbagai kabilah di Madinah; dan orang-orang Yahudi. Keadaan seperti ini tidak pernah beliau hadapi ketika di Makkah. Kondisi antara kelompok yang satu dengan yang lain sangat berbeda. Imbasnya memunculkan permasalahan yang sangat rumit dan bermacam-macam. Kelompok sahabat terdiri dari dua macam; satu kelompok hidup di tanah kelahirannya, di rumahnya,…

Jenderal Soedirman; Inspirasi Anak Muda

Diantara dua masa lemah, Allah hadirkan satu masa kuat; dengan kemampuan dan kemungkinan tak terbatas. Unlimited. Itulah masa muda. Hanya anak muda yang mampu melakukan hal hal yang hebat dan luar biasa. Atau pun kalau ada seorang tua yang mencapai sebuah prestasi yang hebat, pasti dia sudah memulai melangkah sejak masih muda. Kalau dulu para sahabat berjuang bersama Rasulullah dengan sepenuh kekuaatan yang mereka miliki, maka kita juga melihat bahwa deretan pahlawan Indonesia terdiri dari pemuda-pemuda yang hebat dan perkasa. Salah satunya adalah Panglima Jenderal Sudirman yang gilang gemilang di usia muda. Selama ini saya berfikir, Jenderal Sudirman pasti sudah tua dan berumur saat menjadi panglima. Ternyata anggapan itu salah. Pak Dirman sudah diangkat menjadi panglima saat berusia 29 tahun, dengan tugas besar mengatur personel tentara dan laskar berjumlah ratusan ribu, menyiapkan struktur organisasi tentara modern, menyiapkan armada perang menghadapi Belanda dan Inggris, memimpin perang gerilya di hutan, gunung, sungai,…

Navigate