rasulullah

6 Posts Back Home

Kekuatan Kasih Sayang

Suatu Hari di Masjid Nabawi Sejak kedatangan Rasulullah Saw. di Madinah, mesjid mempunya fungsi yang sangat besar bagi kaum muslimin. Tidak sekedar sebagai tempat shalat, tapi juga sebagai tempat belajar, mengumpulkan pasukan, dan mengatur strategi perang. Maka mesjid pun selalu ramai oleh para sahabat. Suatu ketika, Rasulullah Saw. bersama para sahabat sedang berkumpul di Mesjid. Tiba-tiba datanglah seorang badui dan langsung…  sreeeeeettttt……. Ia kencing di mesjid….! Para sahabat langsung menghardiknya bahkan ada yang ingin memukulnya “Biarkan ia!” ujar Rasulullah Saw. dari jauh. Mereka pun membiarkannya sampai ia menyelesaikan buang air kecilnya. Setelah itu Rasulullah kemudian memanggilnya seraya memberikan nasehat, “Sesungguhnya mesjid ini tidak boleh terkena sedikitpun dari air kencing ini atau kotoran lainnya. Sesungguhnya ia digunakan untuk mengingat Allah Swt., shalat dan membaca Al-Qur’an” ujar beliau dengan lembut. Rasulullah lalu memerintahkan seorang sahabat yang ada untuk membawa seember air dan menyiramkannya ke atas kencing tersebut. Demi Allah, ini adalah peristiwa…

Aturan Tentang Orang-orang Kafir Dalam Piagam Madinah

Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam tiba di Madinah dan singgah di Bani An Najjar pada hari Jumat, tanggal 12 Rabiul Awal 1 H, bertepatan tanggal 27 September 622 M. Beliau berhenti di depan rumah Abu Ayyub, lalu berkata, “Di sinilah tempat singgah, Insya Allah.” Kemudian beliau menetap di rumah Abu Ayyub radhiallahu anhu. Corak Masyarakat Madinah Syekh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri menyatakan bahwa masyarakat yang dihadapi oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa Sallam pada saat awal mula hijrah di Madinah dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: para sahabat yang suci, mulia, dan baik; orang-orang musyrik yang tidak beriman sama sekali yang berasal dari berbagai kabilah di Madinah; dan orang-orang Yahudi. Keadaan seperti ini tidak pernah beliau hadapi ketika di Makkah. Kondisi antara kelompok yang satu dengan yang lain sangat berbeda. Imbasnya memunculkan permasalahan yang sangat rumit dan bermacam-macam. Kelompok sahabat terdiri dari dua macam; satu kelompok hidup di tanah kelahirannya, di rumahnya,…

Cinta dan Setia Agama

https://youtu.be/CYH-Uj6XgCA Imam Al Bukhari menyatakan, bahwa Al-Bara mengatakan: “Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah manusia paling tampan wajahnya dan paling indah rupanya.” Artinya Rasulullah SAW memiliki perangai memiliki postur tubuh yang jauh lebih baik dari manusia manapun, Sehingga tidak bisa disamakan antara kondisi manusia biasa dengan kondisi Rasulullah SAW, baik sejak masa kecilnya sampai beliau dewasa. Rasulullah SAW bahkan sampai dipuji oleh ALlah SWT, “dan sungguh engkau wahai Muhammad berada dalam akhlak yang sangat agung,” memiliki akhlak yang sangat mulia yang sangat tinggi lebih dari manusia-manusia lainnya. Inilah bagian dari keimanan dari kita kepada Allah SWT dan kepada Al-Qur’an yaitu dengan memuliakan apa yang dimulaikan Allah dan dengan merendahkan apa yang direndahkan Allah dalam Al-Qur’an. dan sama sekali ini tidak mengurangi sedikitpun dari rasa humanisme kita dari rasa nasionalisme kita, sebab ini bagian dari kesetiaan kita kepada agama kita. Jangah lupa subscribe, like, and share. #IbnuAbbasKlaten #Ibaska #Islami #Kajian #Muhasabah

Berbuat Baik Kepada Semua Manusia

Tuduhan bahwa Islam Identik dengan fundamentalisme, radikalisme, keterbelakangan, bahkan terorisme, sangat banyak jumlahnya. Seakan-akan, semakin kuat seseorang beragama, maka akan semakin fundamental, radikal, terkebalakang, dan berpotensi menjadi teroris. Salah satunya apa yang disampaikan oleh Paus Benediktus XVI pada Selasa, 12 September 2006, bertempat di University of Regensburg, Jerman. Di depan civitas akademika, Paus mengatakan, “Tunjukkan padaku apa yang baru dari Muhammad, dan yang kau temukan hanyalah hal yang berbau iblis dan tak manusiawi, seperti perintahnya untuk menyebarkan agama dengan pedang” Setelah menuai protes keras dari berbagai belahan Dunia Islam, barulah pada Ahad, 17 September 2006, Paus menyatakan penyesalan yang diucapkannya di Istana Musim Panasnya, Castel Gandolfo. Pemimpin Yang Penyayang Perang dan penaklukkan selalu identik dengan pembunuhan dan pembantaian. Napoleon Bonaparte pernah mengeksekusi ribuan tahanan Muslim saat mengepung kota Jaffa, Palestina, ketika menaklukkan kota tersebut dari tangan Kesultanan Usmaniyah tanggal 6 Maret 1799. Di kota tersebut, Prancis nampaknya melupakan rasa…

Kegigihan Yang Konsisten

Dalam berjuang menjaga amal, saya pun sangat kagum dengan Ust Muin. Selama saya berada di Ibnu Abbas, beliau selalu benar-benar menjaga shalat 5 waktu di masjid, jadwal mengajar di kelas, jadwal mengisi kajian tafsir di santri putra dan putri, dan juga kajian pembinaan muhaffiz. Pagi di Jakarta, malam sudah di pondok untuk mengajar. Banyak undangan, pertemuan, atau tamu yang ditunda atau ditolak karena beliau berusaha hadir di majlis pengajian. Dari Habib Salim Seggaf Al Jufri saya belajar tentang konsistensi sikap dan pemikiran. Sejak beliau mengajar di masjid (pertamakali saya mengikuti majlis beliau di Masjid Alkhairaat Pusat, Palu), mendapat amanah menjadi dubes, menteri sosial, dan hingga saat ini, beliau konsisten dalam pemikiran dan visi perjuangan. Beberapa tahun saya mengaji kepada Syekh Asyraf di Masjid Darrasah, beliau tidak pernah sehari pun absen dari halaqah tahfiz bakda subuh. Sebagai santri, saya merasa semangat untuk selalu hadir karena yakin guru saya pasti ada di…

Keindahan Akhlak Baginda Rasul

Imam Ath-Thabrani meriwayatkan bahwa cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Hasan bin Ali Abi Thalib, pernah bertanya kepada ayahnya,“Ayahku, bagaimanakah akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika di luar rumah?” Sahabat Ali bin Abi Thalib menjawab, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu menjaga lisannya dan tidak berbicara kecuali untuk menolong, menyatukan, dan menentramkan manusia. Beliau senantiasa menghormati orang ang dermawan dalam setiap kaum dan menjadikannya sebagai pemimpin mereka. Beliau selalu megingatkan manusia dan menjaga diri dari mereka tanpa memendam niat jahat atau sikap yang buruk kepada salah seorang diantara mereka” “Beliau selalu menjenguk para sahabatnya dan menanyakan kepada mereka tentang kabar mereka. Beliau mengatakan baik kepada sesuatu yang baik dan meneguhkannya, mengatakan buruk kepada sesuatu yang buruk dan melemahkannya dengan melarang dan mencegahnya. Bersikap seimbang dalam setiap setiap urusan dan tidak pernah menyimpang, tidak pernah lalai karena khawatir orang-orang akan lalai atau menyeleweng. Beliau selalu siap menghadapi berbagai…

Navigate